STIBA Saraswati Denpasar Menjuarai Kanji Cup ke-16 di Surabaya

STIBA Saraswati Denpasar Menjuarai Kanji Cup ke-16 di Surabaya



Tim Kanji STIBA Saraswati, yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Sastra Jepang, Rahma (semester 7) dan Sutirta (semester 5) berhasil memboyong piala bergilir Kanji Cup Tingkat Chukyu (intermediate) ke-16 yang diselenggarakan pada hari Minggu, 25 Februari 2018 lalu di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kampus Lidah Wetan. Kanji Cup adalah perlombaan seputar pengetahuan tentang huruf kanji, yang rutin digelar tiap tahun mulai tahun 2002 oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia melalui Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya bekerja sama dengan The Japan Foundation dan beberapa perguruan tinggi di Surabaya.

Tahun ini peserta Kanji Cup tingkat chukyu terdiri dari 16 tim yang berasal dari beberapa perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di Surabaya, Malang, Semarang, Purwokerto, Jogjakarta, Bandung, Bekasi, Bali dan Jakarta. Rahma dan Sutirta berhasil melewati babak penyisihan dengan menjuarai grup C dan melaju di semifinal. Di semifinal Tim STIBA Saraswati kembali berhasil mengalahkan lawan-lawannya dan berhak maju ke final. Pada pertandingan final, STIBA Saraswati adalah satu-satunya peserta yang berasal dari sekolah tinggi, bukan universitas dan satu-satunya peserta yang berasal dari luar Jawa. Setelah kehilangan beberapa poin penting dan berada di posisi 3, di bawah Universitas Brawijaya dan Jasmin, akhirnya di pertanyaan ketujuh, STIBA Saraswati berhasil membalikkan keadaan dengan berhasil menjawab 3 pertanyaan berturut-turut sehingga meraih poin 160 dan menjuarai Kanji Cup tahun ini.

Motohashi Keiko dari Nihongo Partners Japan Foundation sebagai Ketua Dewan Juri pada sambutan penutupnya sangat senang mendengar keberhasilan STIBA Saraswati sebagai juara baru Kanji Cup 2018. “Karena ini pertama kalinya setelah 16 tahun penyelenggaraan, Piala Kanji Cup ‘menyeberang’ sampai ke Pulau Bali. Ini artinya pembelajaran bahasa Jepang terutama kanji, sudah mulai menyebar di Indonesia, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.”



Rahma dan Sutirta tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya. Perjuangan mereka untuk mengikuti lomba Kanji Cup tidak mudah. Karena persiapan yang sangat sedikit, mereka juga harus membagi waktu antara berlatih menulis kanji dan bekerja. Sedangkan Rahma mengaku tidak menyangka akan berhasil menang dan mendorong adik kelasnya untuk ikut Kanji Cup tahun depan. Khusus untuk Rahma, setelah lomba Kanji Cup, dia langsung terbang ke Jakarta untuk mengikuti tes wawancara seleksi Beasiswa Pendidikan Departemen Pendidikan Jepang (Monbusho MEXT). Selamat Rahma dan Sutirta!


Back to Top